Hari ini aku malu sekali saat bertatapan muka dengan rangkaian
goresmu
Malu sekali hingga lindap rasanya
Jam pasir yang entah berputar berapa kali dalam pendar kisah itu
juga realita demi aksara mewujud catatan rapi tentang harapan
Mataku enggan berhenti menyusur kata demi kata
Pikirku tak lelah mengerjap
tanda terpana
Seolah menyesap harapan itu pada tiap tatap
Hidup, ya kisah itu hidup
Hidup yang selama ini melontarkanku babak demi babak
Namun kau telah membuatnya patuh dengan kata ajaib bernama harapan
Aku kembali malu, karena sering menuding hidup dan Tuhan
Aku malu bertatap dengan galur-galur cahaya di sana
Tepat saat kisah itu sempat kucecap tapi kutinggal begitu saja
Aku malu dengan kesederhanaan caramu melihat dunia
Caramu percaya bahwa Tuhan ada
Caramu merekam Janjinya lewat indera
Caramu menjungkirbalikkan arus dunia
Aku malu karna aku tak punya dan enggan memilikinya
Percayalah, telusur dan jejak hidupmu adalah harapan
Peta tempat orang sepertiku berkaca akan arah kehidupan
Tetaplah di sana menjadi terang
Agar kami bisa melukis cahaya dari pendarmu.
17 Nopember 2012
*Ditulis setelah membaca kalap sebuah blog berjudul Live in hope :)
