Kematian. Siapa yang mengerti tentangnya.
Ia datang seorang diri lalu pergi membawa ujung hidup bersamanya
Kematian. Adalah lembar terakhir dalam
jurnal perjalanan. Kesanalah semua yang pernah hidup bermuara.
Terbang, terbakar atau tenggelam, tak ada
yang tahu kisah setelahnya.
Kematian adalah pintu dua sisi. Kita
menentukan apakah membuka atau menutupnya. Mereka yang membuka akan memulai,
dan yg menutup mengakhiri.
Bersanding dengan kematian, kebenaran
menjadi pertanyaan dan kesalahan menyisakan duka.
Kematian mewariskan pilihan bagi para
saksinya.
Merutuki sang mati, merelakan pergi,
memutar hidup kembali, mengenang sejarah atau terus bertanya.
Mereka yang terus bertanya melampau batas
hakiki akan beroleh kesadaran. Tentang hidup, mati, dan kebenaran.
Mereka yang tegar tengkuk, dan mengalir
bersama arah dunia hanya akan menjadi bagian dari kerumunan tak sadar. Tidak
hidup, tidak mati.
Kerumunan ini bertanggungjawab akan
rusaknya bumi dan kehidupan atas nama kebenaran umum.
Akhir kata, hidup mendesak kita memilih
sadar atau tidak sadar untuk menjalaninya. Sementara awal dan akhirnya adalah
anugerah semata.