Hari
ini…
Ribuan
karakter berbobot puluhan ribu byte menyerbu kanal-kanal dalam perangkat
komunikasimu,
ratusan
orang mengingatmu sebagai individu,
puluhan
dari mereka merapal doa sambil mengetik pesan agar namanya sampai di kepalamu.
Beberapa
menunduk dan menengadah ke langit, bersyukur karena engkau ada di bumi, meski
engkau tak perlu tahu.
Seandainya..
bumi
ini hanya berotasi saja tanpa perlu mengelilingi matahari
lalu
usia hanyalah konsensus dari mereka yang enggan lekas mati,
apakah
engkau masih ada di sini untuk menegaskan eksistensi?
Sayang
sekali..
Waktu
telah dikonstruksi sebagai yang abadi,
perubahan
diperkosa untuk selalu ada dari hari ke hari,
dunia
dipenuhi oleh justifikasi bahwa engkau harus terus berpacu dalam pertandingan
lari,
mimpi-mimpi
dikomodifikasi menjadi fetish materi, dipuja agar semua terlihat warna-warni
dan terkesan wara-wiri.
Yang
mencapai puncak tinggi dinobatkan sebagai makhluk suci dari daratan,
perbedaan
hanyalah kewajaran untuk mengkamuflase kelemahan,
makna
ditukar dengan pengakuan dan kemudahan.
Instan.
Semoga…
Engkau bertemu bintang langit paling terang,
peta
hidup abadi tanpa perlu layar sentuh untuk membacanya atau tambahan power bank
untuk membuatnya selalu nyala dalam remang.
Semoga…
Engkau
bersayap sekokoh rajawali pagi,
mencundangi
ribuan konstruksi agar penakluk langit sepertimu bertambah populasi.
Berada
di langit membuatmu tahu bahwa waktu bukanlah abadi, daratan tak selalu
warna-warni, dan tak semua puncak dihuni orang suci. Perubahan adalah kekasih
yang perlu dinanti sepenuh hati. Keberadaan bukanlah jumlah. Pengakuan ialah
anugerah. Sedangkan hidup tak lebih dari rajutan makna.
Selamat
ulang tahun makhluk harapan manusia!
Semoga
hidupmu adalah korelasi positif antara makna dan realita.